Fashion

Adelia Batik Bekasi, dari Inovasi Mesin Lilin hingga Konsistensi Menjaga Jiwa Batik

Tripbiru.id-Bekasi, Wanita kelahiran 1989, yang akrab disapa Lia, tidak lahir dari keluarga pembatik. Ia belajar membatik secara otodidak sejak 2011, berangkat dari kegemarannya mengoleksi kain batik dari berbagai daerah.

Dari situlah muncul rasa penasaran: bagaimana selembar kain bisa memiliki karakter, warna, dan jiwa yang berbeda. Trial and error ia jalani sendiri, termasuk meramu warna khas Batik Bekasi—merah tanah, hijau dedaunan, dan oranye yang berani, agar tetap berpijak pada pakem lokal, meski tampil kontemporer.

Nama Adelia Batik sendiri lahir dari keyakinan bahwa nama adalah doa. Diresmikan secara administratif pada 2012, usaha ini perlahan tumbuh. Puncak produktivitasnya terjadi antara 2015 hingga 2019, ketika Adelia Batik aktif mengikuti pameran, menerima pesanan dari berbagai daerah, hingga menembus pasar internasional melalui pameran di Davao, Filipina—berawal dari ketertarikan personal seorang diplomat yang melihat batiknya “berbeda dari yang lain”.

Keunikan Adelia Batik terletak pada keberaniannya membuka ruang custom satuan, sesuatu yang jarang dilakukan pembatik tulis. Motif-motif lokal Bekasi seperti nangka Kaliabang, buaya putih, dan narasi tubuh-tubuh perjuangan diolah agar tetap indah dikenakan, tidak garang, dan relevan dengan selera masa kini. Batik baginya bukan sekadar simbol, tetapi medium cerita.

Adel juga dikenal dengan inovasi mesin batik lilin—teknologi tepat guna yang kerap disalahpahami. Mesin ini bukan untuk menghilangkan pembatik, melainkan menekan beban produksi awal.

Proses lanjutan tetap dikerjakan tangan manusia: isen, pewarnaan, hingga finishing. Karena itu, ia menegaskan, batiknya tetap batik tulis. Hingga kini, mesin rakitannya telah digunakan di berbagai daerah seperti Lampung, Medan, Garut, Cirebon, Yogyakarta, hingga Kalimantan.

Agaknya perjalanan memberdayakan masyarakat sekitar tidak selalu berjalan sesuai harapan. Dari belasan warga yang sempat dilatih sejak 2012, hanya segelintir yang bertahan. Membatik, menurut Adel, menuntut kesabaran dan kepekaan rasa.

“Tidak bisa asal cepat. Harus pakai hati,” ujarnya. Kini, inti produksi dijalankan oleh sekitar empat orang pembatik tetap, dengan jaringan pengerja rumahan yang tersebar.

Pandemi Covid-19 menjadi ujian terberat. Produksi turun drastis, pameran berhenti, dan pasar nyaris beku. Meski begitu, Adel memilih tidak meliburkan para pekerjanya. Ia bertahan dengan menyimpan stok dan terus memberi kabar kepada pelanggan bahwa Adelia Batik masih ada.

Strategi bertahan ini membuahkan hasil. Sejak 2022, usahanya perlahan kembali bangkit.

Di tengah minimnya dukungan struktural daerah pada masa lalu, Adel tetap melangkah. Pesanan datang dari berbagai institusi dan korporasi nasional, bahkan lintas provinsi. Baginya, batik Bekasi tak harus dipakai orang Bekasi saja—ia harus hidup dan berbicara di mana pun.(*)

Foto: Kuncoro Widyo Rumpoko

admin

Recent Posts

Amaris Hotel Rayakan HUT ke-19 dengan “The Fun Celebration” di Blok M

Tripbiru.id-Jakarta, Memperingati perjalanan 19 tahun, Amaris Hotel menghadirkan rangkaian acara bertajuk “The Fun Celebration”. Berlangsung…

16 hours ago

The Urban Nature Retreat di De Braga by ARTOTEL: Nikmati Perpaduan Heritage dan Alam

Tripbiru.id-Bandung, Berangkat dari gagasan memadukan heritage dan alam dalam satu perjalanan, de Braga by ARTOTELmemperkenalkan…

2 days ago

Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan “Local Heart” lewat Kegiatan CSR Bersama Sahabat Anak Cijantung

Tripbiru.id-Jakarta, Memaknai perjalanan 39 tahun Swiss-Belhotel International tidak hanya melalui pencapaian dan perayaan, tetapi juga…

2 days ago

ARTOTEL Group Gandeng U Stay dalam Kolaborasi Strategis di Industri Hospitality

Tripbiru.id-Jakarta,  Artotel Group bersama U Stay Group secara resmi melakukan penandatanganan Hotel Management Agreement (HMA)…

2 days ago

Founder & CEO Artotel Group ungkap Pentingnya Restorasi Alam untuk Keberlanjutan Industri Hospitality Indonesia

Tripbiru.id-Jakarta, Erastus Radjimin, Founder & CEO Artotel Group, menyoroti pentingnya restorasi alam sebagai bagian dari…

3 days ago

Erastus Radjimin Bahas Peran Hospitality dalam Menciptakan Destinasi Berbeda

Tripbiru.id-Jakarta, Founder & CEO Artotel Group, Erastus Radjimin, berbagi pandangan mengenai peran hospitality dalam menciptakan…

6 days ago