CEO Table Sindikasi Media Network: John Flood Ungkap Strategi Ekspansi Global Archipelago International
Tripbiru.id-Jakarta – Memasuki fase baru industri perhotelan global, Archipelago International terus memperluas langkah strategisnya ke berbagai pasar internasional. Dalam pertemuan The CEO Table: Hospitality Unpacked Bersama Sindikasi Media Network, President & CEO Archipelago International, John Flood, memaparkan bagaimana perusahaan hospitality ini membaca peluang global dengan pendekatan jangka panjang, berbasis sistem, dan berorientasi pada kebutuhan pasar nyata. Pertemuan digelar di Sushi Toku, Jakarta Pusat (29/1).
Salah satu kawasan yang kini menjadi fokus penting Archipelago adalah Dominican Republic. Menurut John Flood, negara Karibia tersebut memiliki posisi strategis karena merupakan salah satu destinasi luar negeri paling populer bagi wisatawan Amerika Serikat, bersama Meksiko. Dengan pasar outbound AS yang sangat besar, kehadiran hotel dan residensi di wilayah ini dinilai memiliki potensi berkelanjutan, terutama untuk segmen sewa dan second home.
Langkah Archipelago ke kawasan Karibia sendiri bermula dari Kuba, sekitar 12 tahun lalu, saat pemerintah setempat mengundang perusahaan tersebut untuk mengelola hotel dan membuka pasar Asia. Lingkungan bisnis Kuba diakui sangat menantang, mulai dari keterbatasan likuiditas hingga sistem pembayaran yang rumit akibat embargo. Namun, Archipelago melihat Kuba sebagai pintu masuk strategis untuk memperluas bisnis ke pasar yang lebih terbuka seperti Dominican Republic dan Meksiko.
Selain ekspansi geografis, Archipelago juga menaruh perhatian besar pada inovasi layanan, terutama di sektor makanan dan minuman. John Flood menilai pola makan wisatawan telah berubah. Menu hotel konvensional yang berat dan seragam mulai ditinggalkan. Sebagai gantinya, Archipelago menghadirkan konsep rotasi street food global, dengan tema berbeda setiap enam bulan, mulai dari Korea, Jepang, hingga Meksiko. Konsep ini memberi variasi bagi tamu sekaligus meningkatkan kompetensi tim dapur.
Dalam pengembangan merek, Archipelago yang dikenal kuat di segmen hotel bintang tiga dan empat kini merambah segmen ultra-luxury melalui kolaborasi dengan Tonino Lamborghini. Kolaborasi ini melahirkan Tonino Lamborghini Hotels by Huxley dan Tonino Lamborghini Residences, dengan proyek awal di Dominican Republic, Kolombia, dan Miami. Hotel-hotel ini diposisikan sebagai properti mewah berkelas dunia dengan tarif tinggi, namun tetap mengedepankan desain ikonik dan operasional yang efisien.
John Flood menegaskan bahwa bisnis hotel bukanlah jalan pintas menuju keuntungan cepat. Dari penandatanganan proyek hingga pembukaan hotel, dibutuhkan waktu sekitar empat tahun, dengan masa pengembalian investasi yang bisa mencapai tujuh hingga delapan tahun. Karena itu, Archipelago memilih membangun sistem operasional dan teknologi terlebih dahulu, baru kemudian berekspansi secara agresif.
Pendekatan ini juga diterapkan dalam ekspansi ke Arab Saudi, khususnya proyek bersama Knowledge Economic City di Madinah yang mencakup 2.600 kamar hotel untuk jamaah. Keunggulan Archipelago di pasar ini terletak pada kemampuannya membawa permintaan jamaah Indonesia dalam skala besar, didukung jaringan hotel nasional dan sistem distribusi yang terintegrasi.

Seluruh strategi tersebut ditopang oleh teknologi internal yang dikembangkan sendiri oleh Archipelago. Investasi besar pada sistem digital dilakukan bahkan di masa pandemi COVID-19, yang justru menjadi momentum penguatan fondasi perusahaan.
“Industri perhotelan adalah perjalanan panjang tanpa garis akhir. Kunci keberhasilan terletak pada kesabaran, konsistensi, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar secara tepat—baik di Indonesia maupun di panggung global,”ungkap John Flood. ars
