Nemuru Grand Suites MT Haryono Gelar Buka Bersama Anak Yatim dan Tausiyah
Tripbiru.id-Jakarta, Suasana hangat Ramadan terasa di Nemuru Grand Suites MT Haryono saat hotel tersebut menggelar acara buka bersama anak yatim bersama Yayasan Masjid Al Muttaqien Tebet Timur, Kamis (12/3/2026).
Acara yang berlangsung di Sapporo Room ini juga diisi dengan tausiyah oleh Drs. Nawawi Thoyib serta bincang santai bersama CEO Nemuru Hospitality Group, Ren Tobing.
Kegiatan sosial ini menjadi bagian dari komitmen Nemuru dalam memperkuat nilai kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar.
Filosofi “Tidur Nyenyak” dari Budaya Jepang
Dalam sesi bincang santai, Ren Tobing menjelaskan filosofi di balik nama Nemuru, yang berasal dari bahasa Jepang dan berarti tidur nyenyak. Nama tersebut dipilih karena memiliki makna mendalam tentang kenyamanan dan pelayanan dalam industri perhotelan.
Menurut Ren, konsep tersebut lahir dari pengalaman pribadinya ketika menempuh pendidikan dan bekerja di Jepang selama bertahun-tahun.
“Budaya Jepang dikenal memiliki standar hospitality yang sangat tinggi. Pelayanan dilakukan dari hati dan sampai pada detail terkecil. Filosofi itu yang kami coba bawa ke Nemuru,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelayanan yang tulus menjadi nilai utama yang ingin ditanamkan dalam operasional hotel. Tidak sekadar formalitas, tetapi menghadirkan kedekatan yang membuat tamu merasa dihargai.
Berkembang dengan Konsep Hospitality
Ren juga menjelaskan perjalanan Nemuru dalam industri perhotelan Indonesia. Saat ini, jaringan Nemuru telah mengelola delapan hotel di berbagai kota.
Dalam tiga tahun terakhir, perusahaan berupaya melakukan ekspansi secara bertahap namun tetap berhati-hati, terutama dengan mempertimbangkan kondisi makroekonomi.
Menurut Ren, dalam industri hotel, tingkat okupansi pada tiga tahun pertama biasanya berkisar antara 55–65 persen. Namun beberapa hotel Nemuru saat ini sudah mampu melampaui angka tersebut.
“Beberapa properti kami bahkan sudah mencapai okupansi di atas 75 persen. Itu membuat kami cukup optimistis dengan perkembangan bisnis ini,” katanya.
Pelayanan Berbasis Relationship
Selain menjaga standar fasilitas hotel sesuai standar internasional, Nemuru juga menekankan pentingnya relationship atau hubungan personal dengan tamu.
Ren menilai, banyak hotel hanya memberikan pelayanan yang bersifat formal. Padahal, pengalaman tamu akan jauh lebih berkesan jika pelayanan dilakukan dengan pendekatan yang lebih personal.
“Kalau hubungan itu tulus, tamu akan merasa seperti bertemu teman lama. Itu yang kami coba terapkan dalam pelayanan di Nemuru,” ujarnya
Dalam mengelola bisnis hotel, Nemuru juga dikenal berani mengambil tantangan yang sering kali dihindari operator lain, seperti mengelola properti yang desainnya tidak sepenuhnya mengikuti standar hotel.
Pendekatan tersebut terinspirasi dari filosofi Jepang tentang ketekunan dalam menghadapi kesulitan.
“Budaya Jepang mengajarkan kita untuk tidak menyerah pada kesulitan. Justru dari situ sering muncul solusi dan peluang baru,” kata Ren.
Ke depan, Nemuru juga mulai mengembangkan bisnis di bidang asset management dan pengelolaan properti. Strategi ini diharapkan dapat memperluas portofolio bisnis sekaligus membuka peluang pengelolaan hotel baru.
Melalui kegiatan sosial seperti buka bersama anak yatim ini, Nemuru tidak hanya memperkuat nilai kepedulian, tetapi juga menegaskan komitmennya menghadirkan hospitality yang berakar pada nilai kemanusiaan dan pelayanan tulus. ars
