Event

Pameran Batik Puspa Nuswantara Digelar Juli 2026, APPBI Siapkan 180 Stan untuk Perajin Nusantara

Tripbiru.id-Jakarta, Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) bersiap menggelar pameran batik berskala besar bertajuk Puspa Nuswantara pada 8–12 Juli 2026. Pameran ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi batik sekaligus membuka peluang pasar bagi para perajin dan pengusaha batik dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Umum APPBI, Komarudin Kudiya, menjelaskan rencana tersebut dalam sambutannya saat membuka sebuah webinar batik yang diikuti para tokoh batik, akademisi, serta pelaku industri batik dari berbagai daerah, bahkan hingga luar negeri seperti Singapura.

Menurut Komarudin, pameran ini merupakan langkah nyata APPBI untuk menghadirkan ruang promosi baru bagi pelaku batik nasional, terutama di tengah berkurangnya jumlah pameran batik besar yang selama ini menjadi wadah penting bagi para perajin.

“Insya Allah tahun ini APPBI akan menggelar pameran besar bernama Puspa Nuswantara yang akan berlangsung pada 8 hingga 12 Juli,” ujar Komarudin.

Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan pameran tersebut didukung oleh event organizer dari Jakarta, yaitu Satue, yang turut membantu persiapan teknis kegiatan.

Dalam pameran tersebut, panitia menyiapkan sekitar 180 stan bagi para pelaku usaha batik. Menariknya, meski promosi resmi belum dilakukan secara luas, antusiasme peserta sudah terlihat sangat tinggi.

“Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari lima hari sejak dibuka, sekitar 70 stan sudah terjual. Padahal kami belum melakukan roadshow promosi. Informasi baru disampaikan secara sederhana melalui media sosial,” jelasnya.

Komarudin menilai hal ini menunjukkan bahwa minat pelaku batik terhadap pameran masih sangat besar. Ia berharap pameran ini dapat menjadi wadah baru bagi komunitas batik setelah beberapa pameran besar sebelumnya tidak lagi aktif.

Sejumlah pameran batik yang sebelumnya dikenal luas, seperti Batik Warisan, Adiwastra, dan Katumbiri, kini tidak lagi diselenggarakan. Karena itu, APPBI ingin mengambil peran untuk menghidupkan kembali ruang promosi batik melalui Puspa Nuswantara.

Selain menghadirkan perajin dan pengusaha batik dari berbagai daerah di Indonesia, APPBI juga membuka peluang bagi komunitas batik di luar negeri untuk ikut berpartisipasi atau berkunjung ke pameran tersebut.

Komarudin bahkan mengajak jaringan komunitas batik internasional untuk ikut mempromosikan kegiatan ini agar semakin banyak pengunjung dan pelaku usaha yang terlibat. ars

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *