News

Primaya Sport Clinic & Orthopedic Center Perkuat Layanan Ortopedi Terintegrasi

Tripbiru.id-Jakarta, Meningkatnya tren gaya hidup aktif di masyarakat turut diiringi dengan peningkatan kasus cedera olahraga dan gangguan muskuloskeletal, khususnya pada kelompok usia produktif.

Data menunjukkan cedera ligamen mencapai sekitar 41,1 persen, dengan 60 persen  kasus terjadi pada area kaki dan lutut serta didominasi kelompok usia muda. Kondisi ini menjadi perhatian karena banyak kasus tidak ditangani sejak dini dan berpotensi berkembang menjadi cedera kronis.

Memasuki lima tahun perjalanannya, Primaya Sport Clinic & Orthopedic Center (PSCOC) di Primaya Hospital Bekasi Timur terus memperkuat posisinya sebagai pusat layanan ortopedi terintegrasi untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, Dr. dr. Meizar Rizaldi, M.Ked.Klin., MM., MBA., FISQua, menegaskan, “Sebagai bagian dari penguatan kapabilitas layanan, PSCOC mengadopsi inovasi teknologi terkini, salah satunya Cyberdine HAL (Hybrid Assistive Limb), teknologi exoskeleton robotic yang mendukung rehabilitasi dan membantu mempercepat pemulihan fungsi gerak pasien. Selain itu, PSCOC juga mengembangkan Orthobiological Center yang menghadirkan layanan berbasis PRP, secretome, dan stem cell secara terintegrasi, mulai dari diagnosis, tindakan hingga rehabilitasi.”

 Penguatan layanan ini didukung oleh integrasi penanganan operatif dan non-operatif yang ditunjang tim dokter spesialis dan konsultan ortopedi multidisiplin. Fasilitas yang tersedia mencakup fisioterapi konvensional dan robotik dengan berbagai modalitas, seperti BMD (Bone Mineral Density), ⁠X-Ray Long Length, ⁠R-Force Treadmill, ⁠Focus Shockwave Therapy, ⁠USG Pain Management hingga ⁠High Intensity laser, guna mempercepat proses pemulihan pasien secara optimal.

 Dokter Evan, M.Kes, Sp.OT., Subsp.CO(K), FICS, AIFO-K, Ketua SMF (Staf Medical Fungsional) Ortopedi serta Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, Primaya Hospital Bekasi Timur menyampaikan bahwa pendekatan komprehensif yang didukung teknologi dan tim multidisiplin tidak hanya berfokus pada penyembuhan cedera, tetapi juga pada pemulihan fungsi dan kualitas hidup pasien.

“Banyak pasien, termasuk atlet, yang sebelumnya mengalami keterbatasan akibat cedera, kini dapat kembali beraktivitas bahkan berkompetisi. Ini menjadi motivasi kami untuk terus menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat,” jelasnya. ars

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *