Event

Merayakan 70 Tahun The Duke of Edinburgh’s International Award & World CleanUp Day Indonesia 2026

Tripbiru.id-Jakarta, Dalam rangka memperingati 70 tahun The Duke of Edinburgh’s International Award, The Duke of Edinburgh’s International Award Indonesia berkolaborasi dengan World Cleanup Day (WCD) dan World Cleanup Day Indonesia menyelenggarakan International World Cleanup Day pada 20 September 2026 di dua Lokasi.

DiRekosistem Waste Station MRT Dukuh Atas dan ATMAterra, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Semanggi.

Diawali dengan aksi plogging dan dilanjutkan opening remarks oleh Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K), Rektor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, serta Andy Bahari, Leader Nasional World Cleanup Day Indonesia.

Mengusung tema “Aksi Bersih Pemuda Pemudi Merdeka dari Sampah”, WCD Indonesia 2026 mengajak generasi muda menjadi penggerak perubahan menuju Indonesia yang bersih dan berkelanjutan.

Sejak pelaksanaan nasional pertamanya pada 2018, gerakan ini telah melibatkan lebih dari 39 juta relawan dan mengumpulkan lebih dari 68.863 ton sampah di berbagai wilayah Indonesia.

Secara global, World Cleanup Day merupakan gerakan aksi bersih serentak yang berawal di Estonia pada 2008 dan kini melibatkan lebih dari 212 negara, dengan misi menyatukan masyarakat lintas budaya, agama, dan ras untuk mengatasi persoalan sampah.

Di Indonesia, gerakan ini diperkenalkan oleh Let’s Do It Indonesia (Yayasan Lestari Dari Indonesia) pada 2014 dan sejak 2018 berfokus pada aksi bersih, edukasi pemilahan sampah, serta advokasi pengelolaan sampah berkelanjutan melalui kolaborasi pentahelix antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media.

WCD Indonesia 2026 berlangsung pada 17 Agustus–28 Oktober 2026, bertepatan dengan rangkaian Hari Kemerdekaan RI hingga Hari Sumpah Pemuda dan momentum World Cleanup Day, serta selaras dengan semangat Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik/Bersih, Indah) dan pesan Pertobatan Ekologis (Ecological Conversion) untuk menjaga bumi sebagai rumah bersama.

Acara berlanjut dengan sharing session pertama bertajuk “Strategi Penanggulangan Sampah Berbasis Pentahelix” yang menghadirkan narasumber lintas sektor, di antaranya Caroline Damanik, Sustainability Editorial Assistant Manager KG Media, dan Jordan Jans, Gold Alumni, IYR The Duke of Edinburgh’s International Award Foundation (UK).

Jordan menjelaskan  “Perubahan nyata tidak selalu berawal dari sebuah gagasan besar. Terkadang, perubahan dimulai dari kemauan untuk terlibat, bekerja bersama, dan mengambil tanggung jawab atas lingkungan sekitar. Melalui peristiwa-peristiwa seperti inilah kita belajar untuk peduli, berkolaborasi, dan mewujudkan niat menjadi tindakan nyata,” tutur Jordan Jans.

Turut hadir Petty Elliot, Board of Trustee, The Duke of Edinburgh’s International Award Indonesia.

Beliau berharap semakin banyak anak-anak muda yang aktif dalam Award dan memiliki tekad untuk berinisiatif memberikan dampak positif ke masyarakat dan lingkungan sekitar.

Menurut Petty Elliot, “di tengah dunia yang terus berubah dengan cepat, para pemuda dihadapkan pada berbagai tantangan baru. Untuk menghadapinya, kita harus menjaga optimisme, membangun ketangguhan, dan terus mengasah kemampuan. Yang tak kalah penting, kita perlu mengambil peran secara aktif dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat.”

Sesi kemudian dilanjutkan dengan booth touring, di mana para Indonesia Award Alumni Network berkumpul bersama tim The Duke of Edinburgh’s International Award Indonesia.

Ketua Indonesia Award Alumni Network, Auliya Nurul Hanifa mengatakan “Melalui aksi bersama, anak muda tidak hanya belajar tentang kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga mempraktikkan teamwork, resilience, critical thinking, dan creativity dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat, termasuk merawat lingkungan dan kebersihan yang berkelanjutan.”

“Momentum ini juga menjadi semakin bermakna karena bertepatan dengan perayaan 70 tahun The Duke of Edinburgh’s International Award Bersama World CleanUp Day secara global. Kami berharap semakin banyak anak muda yang terinspirasi untuk mengambil peran, berkolaborasi, dan menciptakan dampak positif bagi lingkungan,” katanya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh 74 peserta Award (49 di Dukuh Atas dan Atma Jaya, serta 25 Cleanup mandiri) dan dihadiri lebih dari 1.000 peserta World Cleanup Day Indonesia 2026, dengan total sampah yang berhasil dikumpulkan sebanyak 175,35 kilogram, terdiri dari 35,15 kilogram sampah anorganik, 117,05 kilogram sampah residu, 7,1 kilogram  puntung rokok, 4,55 kilogram  sampah organik, serta 11,5 kilogram sampah campur dari booth saat pelaksanaan acara di AtmaTerra Communal Space.

The Duke of Edinburgh’s International Award merupakan kerangka program untuk anak muda usia 14 hingga 24 tahun yang hadir di lebih dari 130 negara, termasuk Indonesia.

Kolaborasi ini sejalan dengan pilar Voluntary Service (Layanan Sukarela). Para peserta akan mencatat kontribusi mereka melalui aplikasi GOALD dan dashboard WCDI. ars

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *