News

Diplomasi Budaya Indonesia–Uzbekistan Lewat Revitalisasi Makam Imam Bukhari di Samarkand

Tripbiru.id-Jakarta, Di sebuah ruang pertemuan di kawasan Senayan, Jakarta, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, duduk berdampingan dengan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia, Oybek Eshonov, serta Gubernur Samarkand, Adiz Boboev. Mereka tidak sekadar berdiskusi, tetapi merajut ulang jejak sejarah yang menghubungkan dua bangsa lintas abad.

Fokus utama dialog tersebut adalah revitalisasi kompleks makam dan Masjid Imam Bukhari Complex di Samarkand, sebuah situs yang bukan hanya penting bagi dunia Islam, tetapi juga memiliki makna historis bagi hubungan Indonesia dan Uzbekistan.

Bagi Indonesia, nama Imam Bukhari bukan sekadar tokoh besar dalam tradisi keilmuan Islam. Kompleks makamnya menjadi simbol keterhubungan spiritual sekaligus sejarah panjang interaksi ulama Asia Tengah dengan Nusantara.

Dalam catatan sejarah, sejumlah tokoh dari wilayah Samarkand turut berperan dalam penyebaran Islam di Indonesia, termasuk Maulana Malik Ibrahim.

Fadli Zon menegaskan bahwa revitalisasi situs tersebut bukan hanya soal pelestarian warisan budaya, tetapi juga momentum memperkuat diplomasi budaya. Ia bahkan mengaitkan sejarah tersebut dengan inisiatif masa lalu yang melibatkan Soekarno, yang pernah mendorong perhatian terhadap situs ini sebagai bagian dari hubungan bilateral.

Kini, wajah baru kompleks Imam Bukhari di Samarkand menjadi simbol komitmen Uzbekistan dalam menjaga warisan sejarah Islam dunia. Bagi Indonesia, ini membuka peluang baru dalam pengembangan wisata religi berbasis sejarah yang semakin diminati masyarakat.

Dalam pertemuan itu, Fadli Zon juga mendorong kolaborasi kreatif melalui produksi bersama film sejarah Indonesia–Uzbekistan. Menurutnya, film memiliki kekuatan untuk menghidupkan kembali narasi masa lalu sekaligus menjangkau generasi muda.

Dengan industri film nasional yang tengah bertumbuh pesat—ditandai oleh puluhan juta penonton dan dominasi pasar domestik—Indonesia dinilai memiliki modal kuat untuk menjadikan film sebagai alat diplomasi budaya yang efektif.

Gagasan kerja sama diperluas ke berbagai program strategis, mulai dari residensi seniman, pertukaran mahasiswa, hingga kolaborasi riset budaya. Festival budaya, musik religi, dan penguatan promosi wisata sejarah juga menjadi bagian dari agenda bersama yang tengah dirancang.

Gubernur Samarkand, Adiz Boboev, menyambut hangat langkah tersebut. Ia menegaskan komitmen Uzbekistan untuk terus mempererat hubungan budaya dengan Indonesia, yang dinilai memiliki kedekatan historis dan spiritual yang unik.

Ke depan, kerja sama ini juga diarahkan pada pengembangan destinasi ziarah lainnya di Uzbekistan, seperti makam Imam Tirmidzi dan kompleks Bahauddin Naqshbandi Complex, yang berpotensi menjadi magnet baru bagi peziarah asal Indonesia. ars

admin

Recent Posts

Sotis Hotel Kemang Hadirkan Deros Spa

Tripbiru.id-Jakarta, Sotis Hotel Kemang resmi membuka Deros Spa melalui acara Grand Opening yang diselenggarakan pada…

2 days ago

MICAM Milano Bentuk Masa Depan Ritel Alas Kaki untuk Musim Semi/Panas 2027

Tripbiru.id-Milan, Edisi ke-102 MICAM Milano, yang akan berlangsung pada 13–15 September 2026, kembali menegaskan posisinya…

3 days ago

Alat Terapi Pereda Nyeri yang Praktis

Tripbiru.id-Jakarta, Seedze Wearable Instant Relief Kit adalah solusi tiga-dalam-satu bagi konsumen dari segala usia untuk…

5 days ago

Kamera Tangguh untuk Segala Aksi

Tripbiru.id-Jakarta, Kamera aksi Insta360 X5 merupakan tambahan terbaru dalam portofolio produk merek ini, yang dirancang…

5 days ago

Gimbal Ponsel Pintar Berbasis AI

Tripbiru.id-Jakarta, Laman Trendhunter.com menjelaskan 'Flow 2 Pro' baru dari merek kamera aksi Insta360 telah hadir…

5 days ago

Radisson Hotel Group Perluas PortofolioBali dengan Hadirnya Bloom Hotel Bali Ungasan

Tripbiru.id Radisson Hotel Group mengumumkan penandatanganan Bloom Hotel Bali Ungasan, a member of Radisson Individuals,…

6 days ago