FLOII Expo 2026 Hadirkan Ekosistem Tanaman dan Nature Lifestyle Kelas Dunia
Tripbiru.id-Jakarta, Di tengah tren urban farming dan gaya hidup hijau yang terus tumbuh, pameran tanaman hias kini bukan lagi sekadar ajang jual-beli monstera atau aglaonema.
Industri tanaman mulai bergerak menjadi ekosistem bisnis yang mempertemukan pelaku usaha, komunitas, hingga industri kreatif.
Fenomena itu terlihat dalam penyelenggaraan atau FLOII Expo 2026 yang kembali digelar oleh Dyandra Event Solutions.
Pameran yang disebut sebagai expo tanaman hias internasional pertama dan terbesar di Indonesia itu telah berlangsung sejak 2022.
Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah peserta dari luar negeri terus meningkat. Penyelenggara menilai perkembangan tersebut menjadi indikator bahwa industri tanaman hias Indonesia mulai diperhitungkan di pasar global
.
FLOII tak lagi diposisikan hanya sebagai ruang pamer tanaman. Penyelenggara mencoba membentuknya sebagai platform bisnis, edukasi, komunitas, hingga gaya hidup.
Di dalamnya, para breeder, pemilik nursery, arsitek lanskap, desainer taman, komunitas pecinta tanaman, hingga masyarakat umum dipertemukan dalam satu ruang kolaboratif.
Dukungan terhadap penyelenggaraan FLOII juga datang dari Badan Karantina Indonesia. Direktur Tindakan Deputi Bidang Karantina Tumbuhan Badan Karantina Indonesia, Abdul Rahman, mengatakan industri tanaman memiliki potensi besar bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga bagi kualitas lingkungan dan keberlanjutan hidup masyarakat.
“Kami melihat industri tanaman yang terus berkembang dan memiliki potensi besar, baik dari sisi ekonomi maupun dalam mendukung kualitas lingkungan, keberlanjutan, dan gaya hidup masyarakat yang semakin dekat dengan alam,” kata Abdul Rahman dalam sambutannya.
Namun, ia mengingatkan pertumbuhan industri tersebut juga harus dibarengi kepatuhan terhadap regulasi karantina tumbuhan. Menurut dia, aspek keamanan hayati menjadi faktor penting agar lalu lintas tanaman tetap aman dan sehat.
“Melalui FLOII Expo 2026, kami berharap tercipta kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam membangun industri tanaman yang sehat, aman, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, President Director Dyandra Event Solutions, Michael Bayu Sumarijanto, mengatakan FLOII 2026 dirancang lebih luas dan interaktif dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Ia menyebut expo tahun ini akan menghadirkan lebih banyak kolaborasi lintas komunitas dan pelaku industri.
“FLOII Expo 2026 hadir bukan hanya sebagai pameran tanaman hias, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan komunitas, pelaku industri, arsitek, landscape designer, breeder, nursery owner, hingga masyarakat umum dalam satu ekosistem yang saling terhubung,” kata Michael.
Menurut dia, tren industri tanaman yang terus menunjukkan pertumbuhan positif membuat FLOII memperluas cakupan program. Berbagai agenda disiapkan mulai dari peluncuran varietas baru, kontes dan lelang tanaman, workshop interaktif, hingga talkshow bersama komunitas dan pakar.
Tak hanya itu, ruang eksplorasi seni berbasis tanaman juga akan dihadirkan melalui kolaborasi dengan pelaku industri kreatif. Tahun ini, FLOII juga mulai menggandeng kreator visual dan pegiat gaya hidup dan mendekatkan dunia tanaman kepada generasi muda.
Sebelum pameran berlangsung, penyelenggara juga menjalankan sejumlah kampanye seperti #TanamTaman dan #DimulaiDariSatu. Kampanye tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya tanaman dalam kehidupan sehari-hari.
FLOII Expo 2026 diharapkan menjadi ruang temu antara industri dan publik, antara sains dan seni, serta antara tradisi dan inovasi.
Di tengah perubahan gaya hidup masyarakat urban, tanaman tampaknya mulai bergeser: bukan lagi sekadar dekorasi rumah, melainkan bagian dari identitas hidup hijau yang semakin diminati.
FLOII Expo 2026 akan kembali menjadi ruang temu antara industri dan publik, antara sains dan seni, antara akar tradisi dan inovasi masa depan.ars
