Audiensi Sindikasi Media Nusantara dan Hotel Bidakara Jakarta Soroti Inovasi Layanan dan Transformasi Bisnis
Tripbiru.id-Jakarta — Sindikasi Media Nusantara melakukan audiensi dengan General Manager Hotel Bidakara Jakarta, Wisnu Reza, membahas strategi inovasi layanan, transformasi hotel, serta adaptasi industri perhotelan terhadap perubahan perilaku tamu dan persaingan pasar yang semakin dinamis.
Dalam pertemuan tersebut, manajemen Hotel Bidakara menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi, tidak hanya melalui pembaruan fasilitas fisik, tetapi juga melalui penguatan kualitas layanan dan pengembangan pengalaman tamu.
Selera Tamu Bergeser, Inovasi Menu Diperkuat
Wisnu Reza menjelaskan, dari sisi kuliner, Hotel Bidakara secara berkala melakukan kurasi menu. Meski kualitas makanan dinilai telah berada di atas rata-rata hotel bintang empat, evaluasi tetap dilakukan terhadap menu yang kurang diminati untuk digantikan dengan pilihan yang lebih relevan.
Pengalaman Ramadan tahun lalu menunjukkan pergeseran selera tamu. Jika sebelumnya menu berbuka didominasi gorengan dan hidangan tradisional, kini sushi justru menjadi menu favorit. Antrean panjang di counter sushi menjadi indikator kuat perubahan preferensi, terutama karena tampilan menu yang menarik dan fotogenik untuk konten media sosial.
Selain itu, pola kedatangan tamu juga berubah. “Sebelum waktu berbuka, sekitar pukul 17.48 WIB, meja restoran sudah penuh. Ini menunjukkan tamu datang lebih awal, tidak hanya untuk berbuka, tetapi juga mencari suasana,” ujar Wisnu Reza. Menyikapi hal tersebut, hotel menyesuaikan jam operasional dan kesiapan area layanan.

Perayaan 28 Tahun dan Program Sosial Ramadan
Tahun ini, Hotel Bidakara Jakarta genap berusia 28 tahun pada 28 Februari, bertepatan dengan bulan Ramadan. Momen tersebut akan dirangkaikan dengan kegiatan sosial berupa santunan dan buka puasa bersama anak yatim, bekerja sama dengan sejumlah yayasan.
Berbeda dari tahun sebelumnya, kegiatan sosial akan dimulai sejak siang hari. Anak-anak diajak mengikuti permainan tradisional, hotel tour, aktivitas memasak bersama chef, hingga menikmati fasilitas hotel seperti kolam renang. Ke depan, program ini direncanakan berkembang menjadi pengalaman menginap tematik, seperti pesantren kilat.
Sebagian besar area Hotel Bidakara telah direnovasi, meliputi kamar, ballroom, meeting room, gym, hingga kolam renang. Dari total 176 kamar, sebanyak 28 kamar masih dalam tahap perencanaan renovasi.
Namun, transformasi tidak hanya berfokus pada fisik bangunan. Perubahan mindset sumber daya manusia menjadi perhatian utama, seiring pergeseran pasar dari dominasi segmen pemerintah ke corporate, asosiasi, dan leisure pascapandemi.
“Untuk pasar staycation, tamu semakin kritis. Mereka membandingkan hotel, membaca ulasan, dan menuntut pelayanan yang lebih personal. Karena itu, kualitas service menjadi kunci,” kata Wisnu.
Daya Saing dan Strategi Bisnis
Di tengah persaingan industri perhotelan yang semakin ketat, efisiensi operasional menjadi tantangan tersendiri. Hotel-hotel baru kini dapat beroperasi dengan rasio staf yang lebih ramping, sehingga lebih kompetitif dari sisi biaya.
Renovasi, menurut Wisnu Reza, dilakukan bukan semata untuk meningkatkan okupansi, melainkan untuk mempertahankan market share. Sebelum renovasi, tingkat okupansi Hotel Bidakara berada di kisaran 61–65 persen. Pasca renovasi, peningkatan okupansi diupayakan secara bertahap dengan tetap menjaga stabilitas harga, disesuaikan secara dinamis melalui platform OTA.
Tetap Kuat di Event dan Wedding
Hotel Bidakara Jakarta juga mempertahankan posisinya sebagai salah satu venue wedding dan event besar di Jakarta. Dua ballroom utama mampu menampung hingga 4.500 tamu, didukung ruang lain untuk konsep intimate wedding. Sepanjang tahun lalu, hotel menangani sekitar 90 acara pernikahan, dengan intensitas tinggi pada bulan-bulan tertentu.
Audiensi ini menegaskan bahwa Hotel Bidakara Jakarta terus melakukan transformasi berkelanjutan agar tetap relevan di tengah perubahan tren dan kebutuhan pasar. Strategi hybrid—kuat di segmen bisnis pada hari kerja dan leisure di akhir pekan—menjadi arah pengembangan hotel ke depan. ars
